The Wedding of Mitha and Randi : Akad Nikah

Setiap wanita pasti punya keinginan untuk menikah dengan lelaki baik hati, sholeh, yang ia cintai dan mencintainya. Jujur saja, buatku...


Setiap wanita pasti punya keinginan untuk menikah dengan lelaki baik hati, sholeh, yang ia cintai dan mencintainya. Jujur saja, buatku itu merupakan salah satu cita-cita terbesarku. Alhamdulillah, aku beruntung sekali cita-citaku itu terwujud.

Terhitung sejak 24 Juli 2015, Nona Mitha telah bermetamorfosa menjadi seorang nyonya. Title baru yang akan ku pegang sebagai tanggung jawab dunia akhiratku, titel baru yang menjadi alasan utama aku sangat bahagia saat ini.

Hari itu aktifitasku dimulai dengan mandi dan sholat subuh, subuh terakhir sebagai anak gadis ibu dan bapak, subuh berikutnya, aku sudah sholat berjamaah dengan lelaki yang baru saja bapak amanahkan sebagai imam dunia akhiratku. Rasanya berbeda sekali, ada perasaan lain dari biasanya. Antara rasa bahagia dan "duh ini beneran mau kawin ?".

jam 7 pagi Maya, MUA akadku datang dan mulai melukis wajahku. Aku terus berfikir bahwa aku akan jadi pengantin cantik hari itu, dan melepaskan semua kekhawatiran tentang semua hambatan di acara akadku nanti. Itulah selayaknya yang harus dilakukan pengantin di hari H pernikahannya. Biarkan semua berjalan sebagaimana mestinya, jangan stress, ada Allah SWT yang melindungi dan mengatur.

Lagipula, Hari ini dan resepsi besok, aku punya semua orang yang aku sayangi di dekatku, semua keluargaku hadir, sahabatku   diantara mereka ada yang sedang menetap di Belanda, kalimantan, Sibolga dan Malaysia pun semuanya hadir, bahkan aku bersama professor-professor idolaku. Aku bersama orang-orang terbaik dan terpenting dalam hidupku, apa yang harus aku takutkan ?

Acara akad nikah dimulai pukul 2 siang setelah sholat jumat. Selama menunggu rasanya masya Allah lama sekali waktu berjalan. Suami dan keluarga sebenernya dari sebelum sholat jumat sudah datang tapi mereka ngumpul di rumah Pakde Sufaat yang merupakan tetangga sekaligus ketua panitia acara pernikahanku (pakdeee makasih banyak yaa..)

Ijab dan Qabul
Acara dimulai dengan pengalungan melati oleh ibuku kepada soon-to-be menantunya setelah mendapat instruksi ketua panitia bahwa acara dapat segera dimulai. Acara baru dapat dimulai bila semua orang yang berkepentingan dalam acara pernikahanku telah hadir. 15 menit sebelumnya aku masih sempet line ke suami "Sayang, nervous ga ? siap ga ?", dan dibalas "Siap ! bismillah ya sayang..sampai ketemu nanti setelah jadi istriku". Awwww~

Setelah bapak dan calon suami duduk berhadapan, dimulai lah seluruh rangkaian acara hari itu. Mulai dari pembacaan Ayat suci Alquran, Khotbah nikah hingga sampai pada acara inti dari seluruh rangkaian persiapan pernikahan yang berbulan-bulan kami lakukan, Ijab dan Qabul.

Ketika bapak menyebut namaku dan namanya dalam kalimat ijab kami, aku menangis dan air mataku menetes tanpa henti. Setelah kalimat dengan satu kali tarikan nafas itu, resmilah sudah aku menjadi istri dari lelaki yang secara jujur ku katakan adalah lelaki terbaik yang pernah aku temui sepanjang hidupku. Terbaik dalam tutur kata pada istrinya, memperlakukan istrinya, semuanya. i coudn't ask for anything more. Mungkin dia bukan teman yang terbaik, atau sahabat terbaik, tapi dia diciptakan sebagai lelaki terbaik untuk seorang istri yang Allah ciptakan dari tulang rusuknya. Setelah semua saksi mengatakan "sah", kemudian doa mengalir, mengalir tulus untuk kehidupan kami selanjutnya. Kehidupan panjang yang hingga hari ini selalu suami ku bilang "susah senang bahagia sedih, semuanya akan kita lalui berdua..jangan sedih atas apapun ya sayang, ada Allah". iya, ada Allah.


Sighat Ta'lik
Setelah resmi menjadi istrinya, akhirnya aku diperkenankan keluar menemui suamiku untuk yang pertama kali. Ketika bapak P3N sambil bercanda bilang pada suamiku "kenal ga kamu sama cewe ini ?", lalu suamiku jawab "istri saya, pak", kemudian pak P3N bilang lagi "bener ya ? ga ketuker kan ?" kami berdua cuma tersipu sambil tertunduk.

Seperti pernikahan pada umumnya, setelah prosesi Ijab dan Qabul dilaksanakan, pak P3N bertanya padaku apakah aku mau suamiku membacakan dengan lantang isi sighat ta'lik atau tidak perlu, sudah pasti aku jawab "baca dong pak..", lalu kemudian beliau memberi kode pada suami untuk membaca isi Sighat Ta'lik dengan lantang.

Aku dengarkan dengan cermat apapun yang dikatakan suamiku,kata-kata yang harus ia pegang teguh seumur hidupnya, kata-kata yang menurutku cukup mengikat bila dilihat secara mendalam. Sejak hari itu, tanggung jawab besar ada di tangannya, keluarganya menjadi semakin banyak, adik-adiknya pun semakin banyak. Sejak hari itu ia menjadi anak lelaki tertua Ibu dan Bapak, Cucu Tertua eyang kakung dan Eyang puteri, dia menjadi panutan baru di keluarga kami.



Penyerahan mahar dan sungkem pertama
Setelah Ijab dan Qabul di lakukan, tiba saatnya penyerahan Mahar oleh suami padaku. Kemudian dilakukan pemasangan mahar secara simbolis (kalung) dan juga cincin kawin. Hal ini memiliki arti sang suami sudah melaksanakan kewajibannya untuk memberikan mahar pada istrinya.


Sungkeman
Dari semua rangkaian acara, sungkeman adalah saat yang paling menguras air mataku. Penuh emosi dan mengharu biru, antara bahagia dan seolah ada "perpisahan" di dalamnya. Walau sesungguhnya aku memang tetap menjadi aku yang dulu, tapi ada jalan hidup lain yang harus kujalani di depan, ada seseorang yang menjadi prioritas utamaku. Aku bukan lagi gadis kecil yang bisa pergi kemana saja semaunya, yang bisa bermanja-manja tanpa batas pada ibu dan bapak.

i love you so much bu


Pamit
Sejak awal pembentukan susunan acara pernikahan, aku sudah bilang pada ibu bahwa aku mau menyampaikan sesuatu di acara akadku nanti. Ibu setuju, lalu dengan kebaikan hatinya Pakde Sufa'at (ketua panitia acara pernikahanku) menyusun kata demi kata yang diharapkan bisa membantuku. Tapi karena aku sudah menyusun kalimat itu sendiri, jadi tulisan dari pakde sama sekali ga kepake. Maaf ya Pakde..


kepada Ibu dan bapak tercinta, yang selalu ada di dalam doa.
hari ini, tanggal 24 juli 2015.
ami sudah resmi menjadi istri dari seorang pria yang Dipilihkan Allah untuk menjadi imam dunia dan akhirat ananda. Seorang lelaki yang insya Allah dapat memegang teguh amanah ibu dan bapak untuk selalu menjaga ami.

ibu,
andai seluruh kata puja puji dan tanda jasa di sematkan padamu, tetap saja..tak akan mampu membalas semua yg telah ibu berikan dan lakukan untuk ananda.
 terima kasih ibu.
terima kasih untuk air susu yg mengalir dalam darahku
untuk air mata dalam setiap doa dan untuk setiap sujud permohonan di setiap 1/3 malam terakhirmu.
untuk mempercayai kemampuan ami bahkan ketika ami pun merasa tak akan mampu.
terima kasih untuk kasih sayang tanpa batas yang selalu ibu berikan.

bapak, terima kasih untuk cinta dan sayangnya. terima kasih karna hari ini bapak telah menikahkan ami dengan suami ami.

dan disegala pahit dan getir suka dan duka kehidupan yang telah dijalani bersama. Ami bangga, bahwa ami adalah manusia terpilih yang Allah amanah kan untuk menjadi anak dari ibu bapak.

terima kasih juga ami ucapkan kepada seluruh keluarga besar, sahabat2 tercinta untuk kasih sayang, doa, cinta, dan waktu nya untuk kami.

setulus hati ami memohon maaf untuk segala kesalahan yang telah ami perbuat selama ini. mohon maaf untuk segala kata dan perbuatan yang menggores hati.
yakinlah bakti ami tidak akan putus sampai disini, bahkan akan bertambah bersama bakti suami.

ami mohon doa restu dan ridho ibu dan bapak selalu.
dan kami mohon doa dari semuanya,
semoga Allah SWT karuniakan kebahagiaan yang kaffah kepada pernikahan kami
semoga cinta yang menaungi kami kekal dan semakin besar hingga kami dipanggil pulang bersama dalam kedamaian sujud yang panjang, dalam keadaan berserah diri.

semoga keturunan kami menjadi laskar pembela agama ini yang memegang teguh dan menjalankan kewajiban, tau diri dan keadaan, pandai ilmu dan akhlak, cantik rupa dan iman, sehat jasmani dan rohani, ahli sedekah, penyejuk hati dan penggembira orang tua dan sekitar, dan menjadi ahli surga.


Tanda Cinta dari Saudara
Dikeluarga kami, ada tradisi ketika salah satu dari kami menikah, maka si kakak dan adik akan secara bersama-sama memberikan emas sebagai tanda kasih sayang pada si mempelai wanita. Karena adek-adekku belum pada kerja, jadi sebenernya ibu yang beliin untuk pelaksanaan tradisi pertama kalinya ini. hihihi. Pemasangan tanda cinta ini diwakili oleh saudara-saudara perempuanku, adik dan teteh (anak angkat ibu).



Tanda Cinta Eyang Puteri
Ga pernah terbayang olehku dan suami bahwa pernikahan ini adalah terakhirnya enti menghadiri hari besar dalam hidupku. Entiku berpulang 2 bulan setelah pernikahanku dilaksanakan. Selama ini, disetiap langkah hidup yang aku jalani, eyang puteri dan eyang kakung selalu ada dan menjadi supporter pertama. Karena merekalah aku selalu berusaha jadi yang terbaik di sekolah, karena mereka lah aku berusaha untuk lulus cumlaude, semuanya karena aku ingin melihat kebanggaan dan senyum diwajah mereka.Sebagai cucu tertua, aku adalah cucu paling dekat dengan beliau, kehilangan beliau adalah hal yang paling kutakutkan sejak aku kecil, walau aku tau itu takkan bisa aku hindari. Hari itu enti memberikan aku cincin emas dengan kelopak bunga yang indah sekali. Yang khusus beliau siapkan untuk diberikan kepadaku.


Suap-suapan dan Cacap-capan
Yang merupakan Tradisi yang ga bisa dilewatkan dalam pernikahan adat Palembang. Hari itu semua orang aku cintai hadir, tidak ada yang terlewatkan. Suap-suapan yang dilakukan oleh Ibu, Nenek, Bude, Tante baik dari keluarga lelaki dan perempuan semuanya dapat dilakukan sesuai dengan rencana awal siapa saja yang akan melakukan tradisi itu, begitu juga dengan tradisi cacap-cacapan, Bapak, Kakek, Pakde, Om kami semuanya hadir. Alhamdulillah.



Inilah kisah akad nikah kami yang sederhana tapi begitu berkesan untuk kehidupan kami. Doakan kami yaaa..semoga kebahagiaan selalu menaungi kami, dan semoga keluarga kecil kami ini segera dikaruniai buah hati yang sehat sempurna, pintar dan lucu. Aamiin ya Rabbal alamin.



Love,

You Might Also Like

3 komentar