Kehamilan Ektopik, Kuretase, Pendarahan, dan Operasi besar

Diakhir bulan November, memutuskan untuk menceritakan ulang kejadian yang terjadi di sepanjang bulan November tahun ini.


Diakhir bulan November, memutuskan untuk menceritakan ulang kejadian yang terjadi di sepanjang bulan November tahun ini.


Saya sedang di Rumah Sakit Bakti Timah, Pangkal Pinang saat ini. Sedang nunggu dokter obgyn untuk kontrol. Bukan, bukan kontrol kehamilan, tapi kontrol 15 cm luka sayatan bekas operasi di perut bawah saya. 

Bulan November adalah bulan ulang tahun saya, dibanding bulan-bulan lainnya, sudah pasti saya berharap banyak pada bulan ini. Saya berdoa pada Tuhan, semoga saya sudah hamil dan kehamilan menjadi kado di ulang tahun saya kali ini. Dak ternyata Allah SWT sudah menyiapkan "kado yang lebih spesial" untuk saya di  November kali ini, yang sungguh, takkan saya lupakan sepanjang hidup.

Bulan november tahun ini, adalah momen dengan perhatian medis terhebat sepanjang sejarah hidup saya.

12 Oktober 2015
beberapa hari saya merasa tidak fit, cepat sekali lelah, keram perut ala menstruasi terasa beberapa kali padahal saat itu masih jauh dari siklus menstruasi saya. Anehnya, setiap setelah sholat saya berdoa pada Allah SWT, "ya Allah, Tuhan maha tinggi yang bertahta di arsy, tolong berikan kesehatan padaku dan pada janinku". Padahal saat itu saya belum tau kalau saya sedang hamil, ini membuat saya bingung sendiri awalnya, kenapa saya berdoa seperti itu ?

27 oktober 2015
siklus menstruasi saya sudah telat 5 hari, saya yakin sekali saya hamil saat itu. Tapi saya ga berani bilang sama suami dulu, takut beliau kecewa. Saya sudah beberapa kali merasa geer dan dalam rentang waktu 2 bulan pernikahan, saya udah menghabiskan 6 buah testpack yang berakhir dengan garis satu. 

Hari itu, saya memutuskan untuk mengetest kadar HCG saya saat suami sudah pergi kerja. Dan hasilnya positif, dua garis. Saya langsung menelpon sahabat saya yang berprofesi sebagai dokter dan mengirimkan foto testpack yang saya test saat itu padanya. Dia bilang "itu positif, besok pagi test lagi yaaa.."

Pukul 12 siang suami pulang, saya tunjukkan testpack ini padanya. Beliau memeluk saya kencang sekali, "terima kasih banyak,sayang. Aku bakal jadi bapak" katanya saat itu.  

29 oktober 2015
kami memutuskan ke dokter kandungan berdasarkan rekomendasi beberapa teman kantor suami. Beberapa hari ini saya dan suami bahagia sekali, kami banyak membeli bahan makanan yang menyehatkan, saya bahkan langsung memesan banyak kaldu organik non MSG  via online sebagai pengganti kaldu penyedap yang ada di rumah. Suka cita sekali. 

Hari itu selagi menunggu giliran kontrol kandungan, saya merasakan sedikit 
nyeri di perut bawah saya, tibalah giliran kami, hari itu harusnya usia kandungan saya 4minggu 3 hari bila di hitung berdasarkan hpht, tapi sang dokter tidak melihat apapun di rahim Saya. Beliau menyarankan untuk datang 2 minggu lagi dan memberikan kami resep obat penguat dan vitamin, kami meng-iyakan. Kami pulang kerumah dengan sedikit kecewa, tapi tetap bahagia. Malam itu saya dan suami pulang kerumah setelah makan malam bersama, merayakan kehamilan saya, kedatangan buah cinta kami. 

30 Oktober 2015
saya mulai keluar flek saat malam hari, tidak sampai menetes seperti darah menstruasi, tapi hampir setiap buang air kecil selalu ada bercak pink oranye di tisu setelah saya buang air. Saya takut sekali tapi mencoba tetap tenang dan berfikir positif, saya teriak memanggil suami, beliau menenangkan, dan segera kami kabari ibu dan tante saya, mereka bilang tidak apa, saya harus stop mengerjakan hal berat, banyak kasus yang memang selalu keluar flek di sepanjang kehamilannya, jangan stress, nanti bayi nya ikutan stress kata mereka waktu itu.

1 November 2015 
Siang hari saya merasakan nyeri luar biasa di pangkal paha dan nyeri sendi pinggang saya, pegal sekali, seperti otot-otot yang meregang, tapi keadaan ini hanya terjadi di bagian kanan saja. Saya bawa santai dengan menaikan kaki ke dinding, saya berusaha menikmati, dan akhirnya tertidur setelah sakitnya hilang. Sore hari setelah bangun tidur siang, saya mendapati darah semakin banyak. Suami mengajak untuk segera ke UGD salah satu rumah sakit di kota Pangkal pinang karena saat itu dokter pertama yang saya datangi sebelumnya sedang sakit, tidak usah saya sebutkan lah ya tempatnya. 
sebelumnya suami mengirimkan sms pada dokter saya yang pertama untuk memberitahukan kondisi saya, beliau menjawab "tidak apa". Tapi sebagai calon orang tua baru, kami takut sekali dan memutuskan untuk ke dokter saja. 

Saya masuk UGD sebelum magrib, menunggu suster menelepon dokter yang katanya hari itu tidak praktek di poli. Saya di sarankan untuk bedrest di rumah sakit, suami setuju setelah mereka menjanjikan besok pagi dokter akan visit keruangan saya dan mengambil tindakan segera seperti USG dan sebagainya.



2 November 2015
Saya khawatir sekali, maklum saja, Saya cuma berdua suami di kota ini, anggap saja seperti itu. Saya punya sepupu dan suami punya tante yang juga menetap di pulau ini, tapi jaraknya jauh sekali, lagi pula manalah mungkin kami merepotkan mereka dengan urusan kami. 

Pukul 8 Pagi suster datang mengukur tekanan darah saya bersama dengan dokter jaga yang hanya berkunjung dan tidak melakukan tindakan apapun karna mengingat saya bukan pasien beliau, tunggu dokternya saja kata mereka. saya bertanya kapan dokter akan datang, sebagai pasien yang belum tau kondisi sesungguhnya yang terjadi saya pikir wajar bila bertanya, Rumah sakit di Palembang dokter visit biasanya pagi, sehingga pasien bisa melakukan berbagai macam tes sepanjang hari itu. Kembali lagi ke si suster, ia bilang dokter akan datang jam 9 siang sebelum melakukan operasi SC. Jam 9, dokter belum juga datang, lalu mereka bilang jam 12, baiklah, saya bisa istirahat dulu. Pukul 1 siang dokter belum datang juga, saya mulai was-was, ingin tidur tapi nyeri sendi itu datang lagi, setiap nyeri sendi datang, darah akan mengalir setiap saya lap dengan tisu. Suster kembali datang dan mengatakan bahwa dokter akan datang pukul 2 siang, saya mulai merasa tak nyaman. Bagaimana bila ada keadaan darurat ? apa memang bisa sesantai itu ? tapi saya tetap berpositif thinking dengan berfikir bahwa mungkin kejadian seperti ini sudah biasa, jadi dokternya santai saja. Hingga pukul 4 dokter belum juga datang, suster kembali bilang dokter akan datang pukul 5. Beberapa kali infus saya tidak jalan, suami bolak balik memberitahu suster, dan mereka datang 1 jam setelahnya, luar biasa. Saya mulai tidak nyaman, setelah magrib suami kembali keruangan suster untuk bertanya kapan dokter akan datang,lalu mereka bilang saya harus ke poli karena dokter tersebut sedang praktek disana. Bersama suami, saya di dorong menggunakan kursi roda ke lantai 1.   

Sampai di ruang dokter, lagi-lagi di dede bayi belum terlihat, saya di transvaginal ultrasound, lagi-lagi yang ada hanya penebalan rahim dan cairan bebas, dokter ini bilang, cairan ini lah yang keluar sebagai darah. Saya tanyakan adakah kemungkinan KET, dokter ini bilang tidak, bila KET, akan terlihat di pinggir-pinggir layar USG, katanya. Sejak awal, KET selalu membayangi saya, entah mengapa. Mungkin karna faktor suka cari info mengenai kondisi yang saya alami di internet, karna kita kan ga bisa memfilter artikel yang keluar semau kita, semua info baik dan buruk, curhatan dan solusi, semuanya keluar di laman pencarian.  
Tapi, Dokter ini meragukan kehamilan saya, beliau meminta suster melakukan tes urin dan darah. Beliau mengatakan "kita liat, beneran hamil apa engga..perasaan ibu aja kali". Ya Allah, walau cuma beberapa hari, saya bahkan semakin yakin untuk tidak meragukan feeling kuat seorang ibu, saya bahkan tau saya hamil sebelum test pack positif itu hadir di depan mata saya. Sebagai ibu hamil dengan kondisi sangat lemah dan butuh support saat itu, bisa-bisanya si dokter kedua ini mengatakan hal itu pada saya. 

Saya punya banyak kenalan dokter, sahabat baik saya pun seorang dokter, banyak diantara mereka yang hadir sebagai penyejuk hati. Dengan kata-kata yang menenangkan, walau vonis yang di sampaikan mengagetkan tapi berusaha disampaikan dengan tenang dan menjaga perasaan si pasien. Saya sangat respect dan hormat pada mereka semua, tanpa mereka mungkin saya ga bisa menulis ini dan kalian baca.

Setelah proses itu, saya diantar kembali ke kamar. Dokter bilang akan visit setelah hasil lab dan prakteknya selesai. Sepupu saya sudah menunggu di kamar saya. Tidak lama suster datang mengambil sampel darah dan memberikan tempat urin, di test di kamar mandi saja katanya, suami bilang kenapa tidak di pispot saja, lalu ia bilang "kan tadi ibu nya sudah turun,pak", kami mengiyakan saja. Sekitar 5 menit kemudian, si suster datang lagi, dan bilang bahwa sampel urin saya tidak sengaja tercampur air oleh orang lab nya, jadi saya harus ambil urin ulang. Suami saya langsung meradang, tapi tetap dalam batas aman, lalu test urin kami lakukan lagi. 

pukul 8 malam suster datang, dan mengatakan bahwa dokter tidak akan datang lagi karna tadi saya sudah menemuinya di bawah. Mereka bilang hasil tes darah dan urin saya menunjukkan saya memang benar-benar hamil. Dan semuanya bagus. Lalu saya di berikan obat penguat kandungan yang di masukan melalui vagina, seingat saya selama di opname di Rumah sakit tersebut, 2 atau 3 kali saya di berikan obat itu. Saya tanyakan berapa kadar Hcg saya, menurut yang saya baca, usia kandungan awal dapat di deteksi dengan melihat kadar HCG, tapi sayang suster bilang ia tidak mengerti akan hal itu, yang bisa membaca nya hanya dokter katanya. 

Malam hari rasa pegal itu datang lagi, beberapa suster datang ke kamar saya, ketika seorang suster senior memasukkan obat dari vagina, dia terkejut banyak darah coklat tua di celana saya, suami langsung merespon dengan mengatakan ya jelas saja banyak darah, katanya harus bedrest tapi disuruh bolak balik ke kamar mandi, mungkin itu yang membuat darah mengucur deras. Dari banyak suster yang saya temui di rumah sakit itu, hanya suster senior ini yang sangat baik dan menyemangati saya. 

pukul 11.45 malam, dokter tiba-tiba datang dan mengatakan bahwa saya memang benar-benar positif hamil, besok saya boleh pulang dengan catatan harus bedrest dan darah tidak lagi mengalir. Bagaimana cara saya menghentikan darah tersebut ? si dokter bingung ini kenapa ini bisa terjadi, saya lebih bingung lagi..

3 November 2015
Hari ini adalah perayaan 8 tahun saya bersama suami, 3 November 2007 kami memutuskan untuk pacaran. Ditanggal ini, harapan kami sudah pasti yang baik-baik, Suami, saya, dan bayi yang saya kandung dalam keadaan sehat wal afiat. Walaupun kami tidak bisa merayakannya dengan makan malam berdua atau jalan-jalan menghabiskan waktu berdua seperti waktu sebelumnya, kami pun tetap melalui segala sesuatunya dengan bahagia. 

Hari ini saya pulang kerumah, selama beberapa minggu kedepan saya pasrahkan diri saya untuk tidur dan terus beristirahat di atas tempat tidur, Pipis dan poop pun saya lakukan di atas tempat tidur. Saya mati-matian melawan gerah dan lengket karena beberapa hari tidak mandi, hanya di elap sebisanya oleh kakak saya yang didatangkan langsung oleh suami dari palembang karena takut meninggalkan saya dirumah sendirian saat dia pergi kekantor. Saya berusaha memposisikan diri saya dalam keadaan bahagia dan tidak stress walau darah masih saja mengalir. Semua demi makhluk kecil yang begitu saya cintai lebih dari nyawa saya, malaikat kecil yang saya harapkan dapat saya peluk 8 bulan lagi. 

----- sudah tiba giliran saya masuk keruangan dokter, nanti saya sambung lagi nulisnya -----

7 november 2015 
saya dan suami memutuskan untuk kembali kontrol ke dokter sebelumnya sebelum saya di rawat, dokter pertama yang sempat sakit dan membuat saya di rawat di Rumah sakit dan bertemu dengan dokter kedua. Lagi-lagi dokter ini membuat saya sedih, saya didiagnosa KET. Dokter ini mengecek dan menekan perut saya dengan posisi yang aman tidak nyaman sekali. Seperti mengecek bukaan ibu yang akan melahirkan, saya pasrah saja, mungkin memang seperti itu caranya. Beliau memencet perut saya berulang kali, ditanya apakah sakit, saya menjawab tidak. Beliau bersikeras saya KET, tapi tetap meragukan apa yang beliau katakan sendiri, kalau di operasi sekarang, takutnya ini kehamilan normal, katanya saat itu. Saya di suruh kembali 2 minggu lagi dengan catatan bila terjadi sakit yang tiba-tiba sebelum 2 minggu, saya harus segera datang ke klinik tersebut untuk operasi, saya disuruh melanjutkan obat penguat kandungan dan vitamin.  
Hati saya hancur sekali, sembari menunggu suami melunasi administrasi, saya menangis sekuat tenaga dan menelepon ibu saat itu juga. Dokter menyuruh saya untuk melakukan tes darah dan urin ulang, tapi jujur, saya sudah sangat lelah untuk melakukan berbagai macam test. Mungkin ada beberapa dokter yang ngomongnya kasar yah, ga mikir perasaan pasien. Saya jujur saja, siap dengan segala vonis yang ditujukan pada saya, tapi mbok ya ngomongnya di perhalus dong, Dok :) 

Saya memutuskan untuk tetap bed rest dirumah, dengan perasaan sepenuhnya berserah. Meminta dan memohon pertolongan pada Sang pemilik Jiwa. Saya berdoa sekuat dan semampu yang saya bisa, ini lah yang membuat saya hari ini tanpa penyesalan. Saya sudah berdoa tentang keajaiban dan pertolongan Tuhan.

Selama kehamilan ini saya berusaha menjadi pribadi terbaik dari diri saya sendiri. Luar biasanya, demi kehamilan ini, saya yang sangat amat tidak suka memakan tomat, rela untuk memakan tomat 2 mangkuk besar dalam 1 hari. Saya menekan keinginan saya untuk memakan semua makanan yang tidak sehat. Selain itu, ibadah dan tutur kata saya pun sangat saya jaga, saya tidak mau bayi ini belajar hal buruk sejak dari kandungan ibu nya. Saya mau jadi ibu terbaik untuk anak saya. Dan bayi ini, memberikan kesempatan pada saya dan suami untuk menjadi manusia terbaik pada versi kami sendiri. 

11-13 November 2015
Saya beberapa kali merasakan mual. Dan merasakan sakit di bagian perut saya, kadang di kanan, lalu pindah ke kiri. Rasanya seperti Kencang dan kembung. Keringat dingin mengucur deras, setelah di urut dan di pijit , saya enakan. Saya sempat tak sadarkan diri sekali. 

14 November 2015
perut kencang, keram dan kembung terjadi lagi. Saya bahkan kena serangan ini tepat ketika Tante nya suami dan sepupu saya sedang berkunjung kerumah. Saya keringat dingin berulang kali. Melihat kondisi saya seperti ini, suami memutuskan membawa saya ke dokter kandungan hari itu juga. Pukul 2 siang saya sudah berada di RS. Bakti timah Pangkal pinang. Saat itu ada bidan yang berjaga, baikkkkk sekali orangnya. Ibu bidan bilang bahwa saya akan di tangani dokter Suyapto, akan tetapi sang dokter sudah pulang saat itu lalu saya diberikan 2 pilihan, pertama, diopname dan besok akan segera di lakukan tindakan, akan tetapi karena besok adalah hari minggu, Dokter hanya visit saja dan USG dilakukan pada hari senin. pilihan kedua adalah, saya langsung datang ke praktek dokter Suyapto di apotek K-24 dekat masjid jamik, Pangkal pinang. Disana saya bisa langsung di USG untuk mengetahui langkah apa yang harus dilakukan sang dokter setelahnya. Tentu saja kami memilih opsi kedua. Ibu bidan yang baik hati memberikan kami nomer telepon asisten pribadi Dokter Yapto, beliau bilang daftar via telpon saja biar nanti saya ga menunggu terlalu lama. 

Malam harinya kami datang ke praktek dokter Yapto. Banyak sekali kasus kehamilan yang saya lihat selama menunggu antrian. Seorang ibu muda yang duduk di sebelah saya, menahan sakit luar biasa di perut bagian bawahnya dengan flek yang tak kunjung berhenti. Saya dan suami berpegangan tangan kencang sekali saat itu, kami cemas, gugup, takut, dan tetap berharap semoga si malaikat kecil dalam perut saya baik dan sehat-sehat saja. Sejauh ini kami sudah berusaha melalukan yang terbaik, "kita jalani bersama, sayang" katanya saat itu sambil menggenggam tanganku dengan tangannya yang dingin karena gugup.

Tiba giliran kami, Kesan pertama ternyata dokter Suyapto baikkkk sekali. Dokternya sudah senior dan suka sekali bercanda, saya dan suami menikmati sekali pertemuan dan pembicaraan santai tapi hangat dengan beliau. 

Beliau dapat melihat kantung janin saya, tapi sayang sekali, bentuknya sudah irregular yang mungkin dikarenakan penekanan akibat cairan darah dalam rahim saya. Umur kandungan yang saat itu harusnya sudah 7 minggu, terdeteksi 6 minggu di alat USG. Berkembang tidak sesuai usia seharusnya. Dengan tutur kata yang halus dan terjaga, Dokter yapto memberikan saran untuk saya di kuret saja. Kasian melihat saya dan bayinya. Beliau bilang saya boleh segera hamil lagi setelah itu 2 kali siklus menstruasi dengan guyonan dan gaya bicara yang membuat kami nyaman sekali. 

Saya berulang kalo bertanya pada dokter Yapto, mungkinkah saya KET ? beliau bilang tidak, Biasanya KET di derita oleh wanita yang sudah lama menikah dan belum kunjung hamil dan beberapa teori yang beliau jelaskan pada saya dan suami. 

Saya dapat menahan tangis saat itu. 
  
Pak dokter memberikan surat rujuk untuk saya ke RS Bakti Timah melakukan kuret pada hari senin pagi. Dan saya diberikan obat penghilang nyeri untuk mengurangi keram, dan pegal yang saya rasakan. 

Keluar ruangan dokter, sembari menunggu obat di Apotek, saya menangis di peluk suami. Berakhirlah perjuangan kami mempertahankan bayi ini, saya merasa bersalah sekali. Sebagai ibu, yang rasa keibuannya telah diasah dengan sangat baik selama beberapa minggu ini, kehilangan sesuatu yang sangat dijaga ini membuat saya patah hati sekali.

Patah hati pada sesuatu yang belum pernah saya peluk, belum sempat saya berikan nama. Pada sesuatu yang saya cintai dan saya jaga melebihi diri saya sendiri. Hari itu, saya mengetahui arti patah hati yang sesungguhnya.

15 November 2015c
Saya minta suami mengajak saya dan kakak jalan-jalan. Kasian dia, datang jauh dari Palembang tapi belum sempat jalan kemana-mana. Suami menyanggupi, beliau bilang jalan-jalan ini adalah perpisahan kami dengan si Bayi, sebelum kembali ke surga, jalan-jalan dulu di bumi sama Ayah dan Ibu. Begitu katanya saat itu :)

Perut saya masih kembung dan sesak, tapi tak begitu saya rasakan. Patah hati saya jauh lebih luar biasa dibandingkan rasa sakit saya saat itu. 

Jadilah, hari itu kami pergi ke Danau kaolin yang terletak di Desa air bara, Koba, Bangka tengah.

16 November 2015 
Saya datang pagi hari ke RSBT diantar suami dan kakak. Kuret dimulai pukul 11, setelah dokter Suyapto melakukan operasi SC. Sebelum kuret, dokter memanggil suami saya. Menjelaskan kemungkinkan yang bisa saja terjadi, dan mengatakan bahwa ia akan melakukan yang terbaik dan sebaik mungkin.  Diruang operasi, Dokter mendatangi saya dan menanyakan kesiapan saya, "Ibu pasti bisa" katanya. 

Saya di bius total, awalnya saya sempat takut, bagaimana bila biusnya tidak mempan pada saya, awkward sekali pasti. Tapi hari itu saya benar-benar pasrah dan berserah, dan Alhamdulillah..dalam hitungan detik, saya sudah tertidur pulas. 

Pukul 12 lewat saya sadarkan diri, saya menggigil hebat dan suhu tubuh saya 39 derajat saat itu. Bius mulai hilang dan itu adalah reaksi karena ruangan operasi yang sangat dingin. Saya haus sekali, tapi tetap harus ditahan hingga pukul 3 sore, sejak pukul 11 malam sebelumnya pun saya sudah mulai berpuasa dengan perintah dokter Yapto. 

Tim dokter menyerahkan organ dan jaringan yang berhasil di ambil dari rahim saya. Suami mengatakan hal ini tapi tak berani menunjukkannya pada saya, saya katakan pada suami bahwa saya akan kuat, saya tidak akan menangis. Suami menyanggupi dan menunjukkannya pada saya.

Ah, anakku sayang..akhirnya ibu bisa ketemu sama kamu ya :) 

Malam itu saya disuruh menginap 1 malam di Rumah sakit, hal ini dilakukan untuk melihat perkembangan yang terjadi pada tubuh saya.

17 November 2015
Selamat ulang tahun ,Mitha !
Saya direncanakan pulang hari ini. 
Barang-barang udah packed, siap masuk mobil dan pulang kerumah. Tapi yang ada saya bahkan merasa ga sanggup untuk berjalan, ada apa ini ? masih dengan keluhan yang sama, perut saya kencang sekali, berulang kali saya merasakan keringat dingin dan sakit yang luar biasa di seluruh bagian perut saya. Dokter Suyapto yang tadinya sudah datang, datang lagi dengan merujuk saya pada dokter ahli penyakit dalam dan ahli bedah.  

Tidak berapa lama, dokter Ahli bedah, dr. Adi sucipto, yang belakangan saya ketahui ternyata Direktur RS. Bakti Timah datang dan memeriksa saya. Dokternya baik dan berwibawa sekali, kenapa saya tidak bertemu dengan beliau-beliau ini dari awal, ya ? ah, semuanya Allah SWT yang mengatur. 
Dokter memerintahkan suster untuk melakukan rontgen di bagian perut saya. Diharapkan perut saya kembung karena angin.

Saya merasakan mual yang hebat, tapi tidak bisa dikeluarkan dan itu tidak enak sekali. Akhirnya suster datang memberikan saya obat, obat ini lah yang setelah di telan ternyata agak nyangkut ditenggorokan saya dan sukses bikin saya muntah banyak sekali. Cukup lega, tapi tidak menghilangkan nyeri. 

selang 1 menit, suster datang lagi untuk membawa saya ke ruang rontgen, masih dengan pakaian penuh muntah.  

Diruang rontgen, sesuai dengan perintah dokter, saya di rontgen dalam 3 posisi. Saya merasakan sakit dan sesak di bagian perut saya yang kembung itu. 2 posisi berhasil saya lakukan walau dengan kondisi lemah dan sakit sekali, sayang sekali, di posisi 3 dimana saya diharuskan untuk duduk, saya tak sadarkan diri. Menurut suami saya, saya kejang seperti akan kena struk. Jujur saja, setelah posisi kedua saya sudah tidak ingat apa-apa. 

Semuanya hiruk pikuk, yang saya ingat saya sudah di dorong dilorong rumah sakit dari ruang rontgen ke UGD kebidanan dan suster menyuruh suami untuk terus memanggil nama saya, agar saya sadar. Lalu saya tak sadarkan diri lagi setelah itu. 
Tiba-tiba saya sudah diruang UGD kebidanan. Saya dikerubungi banyak suster-bidan dan seorang dokter. Mereka silih berganti mencari dan menusuk pembuluh vena ditangan kiri dan kedua kaki saya. Sakit sekali. Suster tidak berhasil, bidan juga, kemudian mereka memanggil orang lab dan hasilnya tetap sama, setelah itu mereka memanggil 3 orang dari ICU, alhamdulillah..2 gagal, dan 1 yang terakhir berhasil. 

Mungkin lebih dari 30 kali mereka mencoba menusuki tubuh saya tapi tetep tidak berhasil. Vena saya mengkerut, dan karena sudah terlalu banyak di tusuk membuatnya menjadi shock. Begitu kira-kira yang saya dengar. 

setelah berhasil, mereka kembali memberikan infus di tangan kiri saya. 

Beberapa kali mereka tidak bisa mendeteksi nadi saya yang sudah terlalu lemah. Kata dokter yang standby saat itu, Jantung saya sudah terlalu malas memompa darah katanya.

Saya mendengar kata "drop" berulang kali. Tekanan darah saya 70/50, lalu turun menjadi 60/40. HB saya sudah menyentuh angka 4 dan terus menurun.

Dokter Suyapto dan Dokter Adi Sucipto hadir lagi, Dokter Adi menekan bagian perut saya. Lalu beliau memerintahkan suster mengambil suntikan. Beliau bilang pada suami saya, yang diharapkan dalam perut saya adalah angin, bila memang seperti itu, tidak akan ada darah yang keluar bila suntikan itu di sedot. Beliau mulai menusuk bagian kanan perut saya, Angin. Tidak ada darah. Beliau menjadi lega. Tapi sayang sekali, ketika beliau menusuk bagian kiri perur saya, darah disedot banyak sekali. Saya pendarahan hebat di dalam.  

"bila saya jadi bapak, saya tidak akan bilang tidak. Ibu harus di operasi segera"

begitu ucap beliau kala itu. Lalu beliau menyuruh suami mencarikan darah untuk saya, 6 kantong. Dan harus di masukkan segera kedalam tubuh saya. Selama proses pembicaraan itu, beberapa kali Dokter Adi meyakinkan saya bahwa saya akan baik-baik saja. 

Setelah itu Dokter Yapto memanggil suami saya, mengatakan kemungkinan yang terjadi adalah pendarahan akibat kuret, atau KET yang awalnya tak terdeteksi. 

Beberapa kali saya tak sadarkan diri, suster memanggil-manggil agar saya terus sadar. Saat itu, saya sudah merasa sangat lelah.

disisa tenaga, ada seseorang yang selalu membisikan kata cinta di telinga saya. Raut muka dan nafasnya seolah berusaha kuat menekan rasa khawatir dan rasa takut kehilangan. 

"sayang, sembuh ya..kita sama-sama terus selamanya, kita pulang ke Allah sama-sama"

"sayang pasti sembuh, dzikir terus ya sayang"

Selang oksigen terus terpasang di hidung saya. Dan tepat pukul 8 malam, tepat di jam kelahiran saya, saya di operasi besar. 

Diruang operasi, Beberapa dokter menghampiri saya untuk memberikan semangat, dan berulang kali juga saya mengatakan " mohon doakan saya, dok". 

Hari itu, bila memang doa saya tertolak, saya memohon kepada Allah SWT mendengarkan doa suami saya, dan mengizinkan saya hidup sekali lagi untuknya. Saya hanya dapat berdzikir sembari menunggu obat bius menidurkan saya dalam tidur yang sangat dalam. Hari itu, dihari ulang tahun saya, saya tau bahwa ini adalah ulang tahun dengan doa tulus yang begitu banyak mengalir untuk saya. 
Diluar suami menunggu dengan perasaan cemas, beberapa teman kantornya berbaik hati menemani suami hingga operasi selesai. Teman-teman suamilah yang sibuk mendonorkan darah untuk saya. Sebelum operasi dimulai, ketua tim dokter yang akan mengoprasi saya, Dokter Adi, memanggil suami dan mengatakan operasi baru akan dimulai, beliau menenangkan suami dan mengatakan akan berusaha melakukan yang terbaik. 

Dan operasi dimulai. 

1 Jam setelahnya Dokter Adi kembali memanggil suami, mengatakan operasi berhasil dan saya sudah sadar. Ya, belum keluar ruang operasi saya sudah sadar. Dokter mengatakan pendarahan hebat di perut saya sudah 2 liter banyaknya, dan bukti darah itu ditunjukkan langsung pada suami saya. Saluran tuba saya sudah pecah dan membuat pendarahan hebat, hal ini membuat salah satu saluran tuba saya harus di angkat. 

Sementara itu, diruang operasi saya mendengar salah seorang tim dokter menelepon seseorang sepertinya menelepon dokter Suyapto yang saat itu tidak ikut mengoperasi saya, kode etik kedokteran membuat beliau yang kemarin sudah mengkuret saya menyerahkan pembedahan pada perut saya kepada dokter lain. Etikanya memang begitu, bila memang ada kesalahan yang beliau lakukan maka biarlah dokter lain tersebut yang menganalisanya. Kembali lagi keruang operasi, Bapak yang menelepon ini dalam percakapannya mengatakan kalau ternyata pendarahan hebat dikarenakan tuba saya yang sudah pecah. Entah bagaimana, disela pembicaraan beliau saya bilang "saya KET ya,dok ?", beliau terkejut dan bilang "loh ibu sudah bangun ? iya ibu..tapi tidak apa, diangkat satu dan yang kiri bagus sekali"

Suami mencium kening saya ketika ia melihat saya keluar dari ruang operasi pertama kali, 

"terima kasih untuk berjuang dan bersemangat untukku sayang"

Sebelum di antar keruangan lagi, beberapa tim dokter mengucapkan selamat ulang tahun untuk saya. Saya hanya bisa sedikit tersenyum tanpa bisa melakukan apa-apa. 

Hari itu saya merasa banyak sekali selang yang terpasang di badan saya. Ternyata benar, 2 selang infus, yang 1 merupakan selang tranfusi, 1 selang kateter urin, 1 selang yang dimasukkan dari hidung langsung ke lambung (saya lupa namanya), dan 1 lagi selang yang dipasang di perut kiri untuk mengeluarkan sisa darah dari dalam perut saya.

Saya masih tetap disuruh puasa, kepala tidak boleh menggunakan bantal, dengan selang dihidung yang sangat mengganggu. Saya bilang pada suami untuk dia tidur, beliau menolak, tapi saya tetap memaksa karna saya tau beliau pasti sangat lelah. 

Saya tidak bisa tidur sepanjang malam, bisa sih, tapi terus terbangun dan juga suster beberapa kali datang mengecek keadaan saya. 

Ya Allah, terima kasih untuk kesempatan hidupnya. 

18 November 2015
Ibu, Bapak, Adik perempuan dan mama mertua datang hari ini. Mengingat keadaanku yang gawat kemarin, mereka tidak bisa bila tidak melihatku langsung dan terbang ke pulau Bangka. 

Pagi hari saya minta minum pada Suster, tapi suster bilang nanti saja tunggu dokter. Mereka tidak berani karena operasi saya adalah operasi besar.  

Pukul 9 Pagi, Dokter Suyapto datang dan melihat keadaan saya. Saya bilang pada beliau bahwa saya haus sekali, bolehkah saya minum sirup dingin ? Dokter tertawa dan melihat selang dihidung saya, bersih katanya. Dokter menginstruksikan suster untuk melepas selang tersebut agar saya bisa minum dan makan. Masya Allah, Selangnya panjang sekali ternyata hehehe. 

19 - 20 November 2015
Seiring dengan selesainya masa puasa saya, maka dimulailah konsumsi obat oral saya. Salah satu obat ini ada yang efek sampingnya bikin mual, saya jadi teler dan ga bisa masuk makanan. Mual tapi ga bisa makan bikin ga ada yang bisa dimuntahin. 
Tangan kiri, kaki kanan dan kiri saya bengkak sekali. Sisa dari tusukan berulang sebelum operasi, dan setiap hari tetap ditusuk dan dicari pembuluhnya untuk cek HB saya dan menyuntikan obat-obatan di infus sebelah kiri saya. Pernah suatu ketika dalam rentang 10 menit 3 obat di suntikan di tangan kiri saya dan membuat tangan saya bengkak besar sekali. 

Setiap 3 kantong darah yang di tranfusi, saya di suntikan obat pengencer darah, rasanya panas sebadan-badan. 

Seiring berjalannya waktu dan semakin baiknya kondisi saya, satu per satu selang di badan saya di lepas. Besok saya diperbolehkan pulang bila memang kondisi saya sudah baik. 

Hari itu saya bilang pada mama mertua bahwa saya ingin keramas, gerah sekali, mungkin dengan keramas pusing saya akan sedikit hilang. 

21 November 2015 
Alhamdulilah saya sudah bisa pulang, dokter Suyapto bilang pada ibu saya bahwa saya harus segera program hamil lagi, secepatnya. Tidak ada pantangan makanan asal jangan terlalu pedas. 

Sebelum pulang, seorang bidan yang baik hati mengganti perban saya dengan perban yang bagus dan anti air. Saya sempat melihat luka di perut saya, Ya Allah panjangnya..Tapi rapi sekali yaaa keren tim dokternya. Disini lah saya juga mengetahui kalau dilobang perut sebelah kiri saya yang merupakan tempat selang pengeluaran sisa darah di jahit dengan benang yang harus dilepas 1 minggu lagi ketika kontrol. ngeri. belum apa-apa udah lemes aja si Mitha. 

Sampai dirumah tetangga sudah menunggu, pengen denger cerita saya yang sepanjang jalan kenangan dan melihat panjangnya sayatan operasi di perut saya. 

22-27 November 2015
Masa recovery dirumah. sedikit demi sedikit makin membaik. Dokter dan bidan di rumah sakit menyarankan saya untuk terus menekan-nekan jahitan agar cepat sembuh dan jalan ke kamar mandi untuk buang air. Nafsu makan yang belum baik saya coba lawan sekuat tenaga dengan makan sedikit tapi sering. 

Saya mencoba untuk terus bersemangat, tapi sungguh, pengalaman ini sungguh sangat berat. Saya bangga sekali bisa melaluinya.


28 November 2015
Saya konsul ke dokter Yapto, beliau mengatakan saya sudah bisa tersenyum sekarang. Mana ada pasien yang tidak tersenyum ketika bertemu dokter sebaik beliau ? 

Jahitan saya dibuka, dan jahitan besar dilihat dan dipencet ternyata sudah cukup kering, tidak perlu di perban lagi. Saya diberikan berbagai macam obat dan vitamin, tidak lupa salep yang berfungsi agar tidak terjadi keloid.

Lagi- lagi Dokter bilang saya harus segera hamil dalam 2x siklus menstruasi. Jangan di tunda-tunda kata beliau. Sel telur saya dimana tuba nya di angkat tetap bisa mensupport sel telur yang disebelahnya. Urusan KET yang konon dapat terjadi berulang, beliau bilang semua adalah ketentuan Allah SWT. Cukup lama kami berdiskusi, dan perkataan Dokter selalu menenangkan kami. 

Jujur, saya tidak mau mencari tau dan meratapi penyebab terjadinya hal ini, semua karna Allah, itu saja yang saya yakini. Harapan saya, saluran tuba satunya dapat saya andalkan dan memberikan kehamilan yang normal dan sehat. 
------------------------------------------

Allah Swt memberikan saya kado ulang tahun luar biasa, tepat di hari ulang tahun saya yang ke 26, satu saluran tuba saya di tarik kembali oleh pemiliknya. Maaf ya Allah, bila selama ini saya tanpa sengaja tidak menjaganya dengan baik. 

Terima kasih sekali kepada Tim dokter dan bidan Rumah sakit Bakti Timah, Pangkal pinang. Ya Allah, saya sangat merasa beruntung dapat dipertemukan dengan tim dokter yang luar biasa, terkhusus dr. Adi Sucipto Spb yang sangat baik dan memberikan energi positif kepada saya dan suami. Bila teman-teman membaca ini dan bertemu dengan dokter Adi, tolong sampaikan salam hormat saya dan suami untuk beliau. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan pada beliau. Begitu juga dengan bidan-bidan perawat yang merawat saya dengan sabar, lemah lembut dan selalu menyemangati saya. Ga salah bila Rumah sakit ini di cap sebagai rumah sakit terbaik sepulau Bangka. 

Selama sakit ini, Allah menunjukkan betapa tabah dan luar biasanya suami saya. Betapa besar cintanya pada saya. Terima kasih sayang untuk support nya.

Buat keluarga, dan teman-teman kantor suami. Terima kasih banyak yang tak terkira. Terima kasih juga pada teman-teman kantor suami yang sudah sigap mendonorkan darahnya untuk saya. Semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan yang tak pernah putus.

Saya bersyukur karena Allah swt menunjukkan pada saya bahwa jarak hidup dan mati sangat tipis. Tidak ada yang tak mungkin bagi Allah. Allah juga menunjukkan bahwa banyak sekali orang yang peduli dan baik disekitar saya. Karna cintanya yang begitu besar, maka Tuhan mendidik saya dengan sangat keras.

Rezeki saya di ulang tahun kali ini, saya berdoa untuk "sudah" hamil sebagai kado ulang tahun kepada Allah, dan benar saja Allah SWT kabulkan. Saya memang sudah hamil dan sudah diangkat janinnya dari perut saya. Lebih dari itu, Allah SWT mengajarkan saya dan menunjukkan sisi lain dari diri saya. Ternyata saya bisa tabah, saya bisa menekan diri saya untuk memakan makanan yang tidak saya suka |demi kesehatan janin saya, saya rela beberapa minggu terus tiduran tanpa sekalipun mengangkat kepala, saya tidak berputus asa akan rahmat Allah SWT, dan saya belajar ikhlas seikhlas-ikhlasnya. 

Saya tau sekali, Allah mencintai saya lebih dari yang saya kira.

Saya miris sekali, ketika ada tetangga yang karena tidak ingin hamil, dia makan segala pantangan yang konon berbahaya untuk janin. Tapai, Durian, obat sakit kepala dari warung, dan lain-lain. Hasilnya, tetap saja tidak gugur. Yang ingin saya katakan disini, buat yang hamil tolong jaga kehamilannya, jangan makan duren atau apapun yang berbahaya untuk janin. Ini menyangkut nyawa dan tumbuh kembang anakmu. Andai saja kau tau bahwa banyak orang yang berharap mendapatkan keturunan sepertimu, yang rela bedrest dan menolak memakan segala pantangan demi menjaga buah hatinya tapi tetap gugur juga.

Semoga Allah swt meluluskan saya dan suami dari ujian ini, dan semoga kami segera diberikan keturunan yang sehat jasmani dan rohani.

Buat yang punya kasus ektopik juga, tetap semangat yaaa..ini bukan akhir dari segalanya, banyak kok yang tuba nya udah di angkat tapi bisa beberapa kali melahirkan normal. Jangan berputus asa akan rahmat Allah :) Karena Allah SWT bahkan tidak pernah menunda memberikan oksigen untuk setiap nafas yang kau hirup sepanjang hidup. 

Saya doakan kamu segera dapat keturunan, kita saling mendoakan ya :) 


Love,
Mitha Hendri Pisasefsio Pratama. 

You Might Also Like

40 komentar

  1. Assalamualaikum mba mitha. Saya sedang baca2 blog mengenai persiapan kehamilan, gak sengaja sampai dipostingan ini. Saya sedih sekali membacanya, saya ikut terharu membayangkan betapa kuatnya mbak dan suami mbak. Semoga selalu diberi kebahagiaan ya mbak. Wassalam..

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam Warohmatullah Wabarokatuh..
      terima kasih ya mba Intan, Aamiin ya robbal alamin. Semoga mba Intan dan suami juga selalu bahagia dan dalam lindungan Allah SWT.

      Delete
  3. Mbak mitha inspiring sekali. Sangat kuat. Semangat terus ya mbak..

    ReplyDelete
  4. ah mba Mitha, aku baru nemu blog ini, dan ternyata sakses buat aku mewekkkk :'(

    semangat yaa mba, semoga dikaruniai anak anak qurrota a'yun yang sholeh dan sholiha yaa.

    *hug and kiss from palembang

    ReplyDelete
    Replies
    1. subhanallah, terima kasih mba Eza untuk semangat dan doanya.
      Aamiin Allahuma Aamiin..
      hug and kiss for you too <3

      Delete
  5. ceritaaaa kita hampir sama kak, aku baru tiga minggu operasi ket. semoga allah memberikan rezeki dilain waktu. amin! cerita kakak buat aku semakin bertambah kuat ☺

    ReplyDelete
  6. Baca2 blog nyasar ke sini. Sedihnya kak :(
    Gimana keadaan kk sekarang? Sudah isilagikah?semangat y kak, rezeki allah masih banyaakkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Gina :)
      Alhamdulillah sekarang sudah enakan walau badan rasanya masih agak lemah. Masih ikhtiar juga biar bisa hamil lagi :) mohon doanya ya mba..

      Delete
  7. Ass..saya ini juga habis selesai operasi ket mba.alhamdulilah kmrn mash 6minggu dan belm pecah subbahannallah mba allah sungguh maha pemurah akhirnya malam tu stlh periksa transvaginal saya lgsg daftar operasi menurt rujukan dokter...bsogya saaya operasi dan alhamdulilah lancar.mau tanya nie mba apa stelah operasi mba semacam nifas gak?? Mengeluarkan gumpalan besar tidak? Saya kmrn keluar dan badan saya terasa panas.apa mba juga merasakan hal sama sperti demam dan keluar darah sperti nifas..??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam warrahmatullah wabarokatuh..
      Mba tuba nya di potong kah ?
      Engga mba, ga ada gumpalan dan demam..memang ada keluar darah segar dari bawah dan dari lubang kateter di perut tapi 3 hari pasca Operasi besar udah bersih darahnya. Mungkin karna saya udah pendarahan hebat di dalam jadi pas operasi dibersihkan semua sama dokternya :)

      Delete
  8. Assalamualaikum mb mitha.
    Aku baru operasi KET lebih kurang 40 hari yg lalu mb. Tuba ku pun diangkat 1. Beda dgn mb. Aku begitu merasa terpukul.
    Sedih tak berkesudahan.
    Marah krn dokter ga tau apa penyebabnya.
    Ketakutan karena cuma bisa menerka-nerka kenapa ini bisa sampai terjadi dengan bermodalkan informasi yg minim dari internet dan pengetahuanku yg supercetek.
    .
    .
    .
    Dan akhirnya Allah menggandengku kemari.
    Aku rasanya malu bgt mb.
    Mb bisa begitu tegar dan kuat.
    Sementara aku sgt hina & lemah.
    Astaghfirullah.
    Aku gak bs begini terus.
    Aku mau berubah.
    .
    Skrg aku mencoba untuk lebih pasrah.
    Selalu berdoa.
    Minta maaf kepada orangtua dan suami.
    Dan nyerahkan semuanya pada Allah.
    Allah tau mana yg terbaik buatku.
    Sedangkan aku tidak pernah tau apapun.
    .
    Semangat mb.
    Tetap husnudzon.
    Akan ada pelangi yang indah setelah hujan. Ada rencana sgt indah yg sudah Allah siapkan utk kita.
    .
    Sama sama kita semangat mb. :)
    .
    Aku doakan mb segera mendapatkan keturunan yg sehat & soleh.
    Selalu dilimpahkan kebahagiaan dunia akhirat oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam Warrahmatullah wabarakatuh..
      Salam kenal mba Kartika..
      Sama mba, aku pun ada kalanya sedih meratapi dan menerka2 kenapa semua ini bisa terjadi. Tapi yang aku yakini, kejadian ektopik ini terjadi 1 : 1000 kehamilan. Lalu kenapa dari 1000 wanita, Allah SWT malah memilih kita ? Karna kita kuat, kita bisa.. kita manusia pilihan..

      Terima kasih banyak doanya mba, Aamiin Allahuma Aamiin..
      Aku doakan yang sama juga untuk mba, semoga mba dan suami selalu dalam lindungan Allah SWT.

      Delete
  9. Hallo mitha salam kenal ya...
    saya juga tinggal dibangka asal saya dari jawatimur. Saya juga pasien dr suyapto, dan saya sedang googling tentang pelayanan RSBT, setelah baca2 blog mitha saya jadi yakin untuk berobat disitu. Terimakasih sudah menulis tentang pengalamannya yg sangat menginspirasi untuk tetap semangat dan kuat ya... semoga mitha segera diberikan keturunan, tetap semangat ya... semoga sehat selalu 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga mba Affria..
      Aamiin Allahuma Aamiin.. doa yang sm utk mba ya.. salam hormat saya untuk dokter Suyapto ☺️

      Delete
  10. Tetap semangat..Allah tidak akan menguji hambaNya diluar batas kemampuan hambaNya...pasti ad hikmah dibalik semuanya...rezki anak pasti akan siberikan Allah di waktu yg tepat...amiiiin...ini istri saya baru selesai operasi ektopik...minta doanya agar cepat sembuh n bisa cepat pulang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamiin.. semoga cepat pulih seperti sedia kala untuk istrinya.

      Delete
  11. Assalamualaikum mb mitha
    MaasyaaAllah mb mitha sungguh wanita yg kuat.saya sendiri juga baru saja mengalami KET di tuba sebelah kanantapi g smp separah mb mitha...saya g perlu OP hanya disuntik MTX agar janin tak berkembang lagi,dan Alhamdulillah janin sudah mengecil...saya juga smp pindah2 k 4 dokter dan baru dokter ke 3 dan 4 yg bisa mendeteksi saya KET dan notabenya dokter 3 dan 4 adalah ahli fetomaterna.sekarang saya jg sedang dlm pemulihan...semoga kita segera diberi kesehatan dan diberi kepercayaan lagi untuk bisa segera hamil dan melahirkan dengan lancat,sehat tanpa kekurangan suatu apapun amin Allahhumma amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam mba Dede..
      Aaamiin Allahuma Aamiin.. semangat ya mba, semoga segera pulih seperti sedia kala.

      Delete
  12. selamat pagi mba mitha
    kejadian ini bener2 mirip sm yg sy alamai baru saja.Tuhan memberi kado terindah di ulang tahun pernikahan kami yg ke 4 ...sy positif hamil, hari senin tgl 12 juni sy periksa ke dr kandungan, di usg katanya positif hamil krn udh ada kantong nya setelah sebelumnya 4x sy test pack tiap pagi dan hasilnya 2 garis. 2 hari setelah cek sy merasakan nyeri perut..sy hanya berfikir mungkin normal kalo hamil muda agak nyeri. ternyata hari jumat pagi tgl 16 juni sy nyeri hebat sampe seluruh badan..sy ga kuat & suami memaksa utk ke RS. sampe di RS yg ada hanya dokter jaga, dokter spog baru akan dtg jam 9 pagi..dari jam 4 - 9 sy di ruang IGD sdh di suntik anti nyeri 2x tp msh tetap kesakitan luar biasa. sy ga flek/kluar darah sm sekali juga.dokter jaga bilang ga bisa observasi krn yg berwenang ttp dr. spog nya...setelah dr. spog datang sy diperiksa,usg manual,transvaginal juga hasilnya.. saya KET & hrs dioperasi siang itu juga krn sdh pecah & terjadi pendarahan di dalam rahim..ya Tuhaaaan betapa hancur hati sy kemarin itu..sampe akhirnya sy pingsan krn saking syok & nahan sakit yg luar biasa.siang jam 1 sy dioperasi & 1 tuba sebelah kiri harus diangkat krn sdh rusak. Tuhan...betapa cepat DIA mengambil apa yg menjadi milikNYA kembali tanpa sy bisa berbuat apa2 selain pasrah kpd sang pemilik hidup. suami trs menguatkan sy..dgn sabar dia mensupport..juga kehadiran saudara sahabat yg tentunya membuat sy utk ttp semangat menghadapi semuanya. skrg tinggal masa pemulihan & berharap suatu saat nanti Tuhan akan memberi kado yg lebih indah lagi & percaya menitipkannya kpd sy.😊😊 semangat utk lebih hidup sehat & menjaga apa yg diberikan Tuhan dlm hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. turut berduka utk apa yang baru saja mba alami.. semoga mba dan suami kuat menjalani cobaan ini dan semoga mba crpat pulih 😊

      Delete
  13. Assalamualaikum...
    Apa kbr skrg mbak...? Sdh hamil lagi kah? Sy terseret ke blog ini ketika lg sedih dan sedang browsing ttg KET saat menemani istri di ruang perawatan pasca operasi KET... saluran tuba sebelah kirinya pun diangkat krn sdh pecah dan terjadi pendarahan hebat diperutnya...ini terjadi krn KETnya tdk terdeteksi dalam 3 kali pemeriksaan oleh dokter kandungan... tapi kami berusaha ikhlas dan menerima semuanya...mungkin inilah yg terbaik dari Allah... ternyata kami tak sendiri... semoga kita semua bisa segera dianugerahi Oleh Allah SWT anak keturunan sehat yg sholeh dan sholehah... amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat ya mas, salam untuk istrinya .. insya Allah akan ada pelangi setelah hujan, jangan putus asa. Saya saat ini Alhamdulillah sedang hamil anak kedua, semoga istri segera pulih dan segera diberi keturunan yang sehat wal afiat. Aamiin ya Robbal alamin.

      Delete
  14. Assalamualaikum.. sama seperti saya telat diumur 26 saya jg hamil diluar kandungan pada thn 2018 saya dioperasi ket dengan diangkat tuba sebelah kiri saya.. dan itu jg terulang ditahun 2019 jg saya mengalami hal yg sama yaitu KET lagi... Sedih rasanya.. saya mau tanya apakah sekarang mba sudah hamil lagi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam Warohmatullah..
      ya mbak, saat ini saya sedang hamil anak kedua

      Delete
  15. Pengalaman yg sama....
    Hamil 1 normal alhamdulillah
    Hamil 2 KET, tuba kanan d angkat
    Hamil 3 kuret n KET, giliran Tuba kiri yg diangkat.....
    Alhamdulillah msh diberi kesmptan memperbaiki diri...
    Allah maha tahu yg terbaik buat kita...
    Semangat ya buat ibu2 yg masih berjuang...

    ReplyDelete
  16. benar, yang penting kita memandangnya dari sisi yg positif dan percaya bahwa Allah tidak pernah mendzolimi umatnya. Semangat mba ♥️

    ReplyDelete
  17. Assalamu'alaikum wr wb
    Masya Allah mbak... Sy merinding bacanya. Pengalaman yg sangat luar biasa.. Betapa Allah sangat sayang pd hambanya. Qodarullah sy sdg pemulihan jg setelah oprasi KET seminggu lalu.. Smga sy bisa sekuat mb mitha

    ReplyDelete
  18. Salam knal mba? Critanya hampir sma dg sya..sya hmil ke tiga..dan hamil ketiga ini ket..sya baru saja oparasi ket dan dlm masa perawatan di rs..yg sya mau tanyakan apkah sesudah op ket..perut masih skit sprti kram..hilang timbul gtu?..soalnya pas visit dokter tidak ngomong apa2..cuma blang smua bagus dan sya tdak brtanya krna sya msh lemas

    ReplyDelete
  19. Assalamualaikum mb, sebulan yg lalu sy juga operasi ket, dan tuba kanan sy diagkat, kebetulan hari ini adalah mens sy yg pertama, dan rasanya amat sangat sakit di perut sblh kanan? Apakah pasca ket mmg sprti itu y mba? Mba merasakan sakit tdk saat haid?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai mba, maaf baru liat komennya. Saya seringkali merasa sakit di hari pertama haid, tapi saat mens hari pertama pasca operasi rasa sakit itu ga terasa.

      Delete
  20. Assalamu'alaikum mbak, saya merinding membaca kisah di blog ini. Apa yang saya alami minggu lalu ternyata masih belum apa-apa dibandingkan perjuangan mbak
    Saya baru operasi KET seminggu yg lalu, anak kedua, sampai hari ini saya tidak tahu pasti apakah tuba falopi saya dipotong, kanan atau kiri.. Terimakasih atas kisahnya mbak, telah menguatkan saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam Warohmatullah..
      Saya bahkan baru mengetahui tuba saya yang diangkat ternyata yang sebelah kiri saat operasi caesar, karena waktu itu salah satu dari tim dokter yang mengoperasi ektopik saya mengatakan tuba saya yang diangkat sebelah kanan. Selama ini saya fokus program hamil mengandalkan tuba kiri yang saya kira masih ada. Biiznillah walaupun begitu ternyata Allah masih memberikan rezeki keturunan kepada saya.

      Delete
  21. Terima kasih kak. Ceritanya sangat menginspirasi saya. Sya juga mengalami KET dan ini lagi pemulihan pasca operasi. Sy pun juga mengalami hal yg sama yaitu tdk diketahui sejak awal KET walopu sudah sedari awal kontrol ke spog. Memang rasanya marah dan nyesek krna kok bisa ketauannya di akhir pdhal sudah rutin kontrol. Tapi akhirnya pasrah krna itu memang jalan kita.
    Btw kak, stlah operasi KET apakah kakak cek HSG? promilnya selang brpa lama dr operasi KeT kak? Dan kalau tuba 1 diangkat. Apa mensnya jadi 2 bulan sekali. Mohon dijawab ya kak. Trimss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Niatri,
      Maaf sekali baru baca komennya.
      1. setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan dan diskusi dengan suami, kami memutuskan utk tidak melakukan pengecekan HSG

      2. dokterku waktu itu bilang tidak usah menunda untuk promil ,artinya promil bisa dilakukan secepat mungkin dengan maksud mencegah takut nanti tuba yang tersisa mengalami penyumbatan juga. Tapi setelah sering diskusi sama temen2 pejuang KET, banyak dari mereka yang disarankan oleh SPog nya masing2 untuk menunda promil selama masa pemulihan, tergantung dari kondisi masing2. Mungkin ada baiknya mba berdiskusi dengan dokter kandungan yang menangani mba kapan kira2 waktu yang aman untuk mba mulai melakukan program hamil.

      3. Tidak ada yang berubah dari siklus menstruasi walaupun 1 tuba diangkat mba,, setelah operasi siklus menstruasiku kembali normal 28 hari.

      mba bisa liat di label "life after ectopic surgery" di blog ini untuk membaca update terkait dengan kondisi pasca operasi yang aku alami :)

      Semoga mba cepat pulih yaa ..

      Delete
    2. @mitha. Makasih yaa kak informasinyaa dan doanya. Kalo boleh ikut temen2 pejuang KET ada grup atau blog khusus kak?
      Dan, akhirnya kakak promil setelah berapa bulan kak?
      Satu lagi, dokter yang menangani kakak menyarankan utk HSG atau tidak yaa?

      Delete